Sidat, Ikan yang Super Kuat
Salah satu kendala pembudiayaan ikan sidat secara besar-besaran adalah masalah bibit yang masih bergantung pada alam.
Sidat dijuluki ‘deep sea water’ karena ikan ini bisa hidup di laut dalam. Hidup ikan sidat terbilang cukup kompleks. Binatang ini mengalami enam fase, yaitu: telur, preleptocephale, leptocephale, glass eel, dewasa, dan induk. Sidat juga dijuluki ikan katadromus, yaitu ikan yang dewasa berada di hulu sungai atau danau, tapi bila sudah matang gonad akan berenang ke laut lepas dan memijah di sana.
Perjalanan menelusuri sungai agar sampai di laut lepas tentu membutuhkan waktu yang cukup lama karena jarak antara hulu sungai dan laut lepas sangat jauh. Tentu saja banyak rintangan dan hambatan yang dialami ikan sidat selama perjalanan tersebut. Namun di situlah kehebatan ikan sidat. Perjalanan yang penuh rintangan yang harus dilalui ikan sidat membuktikan bahwa ikan sidat adalah ikan yang super kuat.
Agar bisa sampai di muara sungai, ikan sidat harus mampu mengikuti aliran air sungai yang sangat deras. Ikan ini juga harus mampu menuruni air terjun yang sangat tinggi. Sesampainya di muara sungai, rintangan masih belum berakhir karena untuk tiba di tengah laut, ikan sidat harus mampu menentang gelombang yang besar. Dari rintangan-rintangan itu, sudah bisa dipastikan kalau sidat adalah ikan yang sangat kuat. Belum lagi, ikan itu harus mampu beradaptasi pada perubahan kadar garam.
Telur-telur yang sudah dibuahi terapung di permukaan air laut dan menetas menjadi stadia preleptochephale. Setelah melewati stadia itu, preleptochephale akan berkembang lagi menjadi leptocephale. Selanjutnya, leptocephale akan berkembang menjadi larva ikan sidat yang disebut glass eel.
Glass eel akan terbawa arus pasang menuju muara sungai dan akan hidup beberapa hari. Kemudian glass eel ini akan bermigrasi ke hulu sungai. Sidat yang masih kecil itu pun harus menemui berbagai rintangan, terutama dalam menentang aliran air sungai yang sangat deras. Selain itu, air terjun juga juga menjadi penghalang sidat-sidat yang masih kecil itu untuk mencapai hulu sungai. Ternyata ikan sidat mampu melewati rintangan itu. Terbukti, ikan sidat banyak ditemukan di hulu sungai.
Ikan sidat berbeda dengan ikan lain. Umumnya ikan hanya hidup di air tawar atau hanya hidup di air laut saja, tetapi sidat bisa hidup di kedua tempat itu. Sifat yang sama juga dimiliki ikan salmon. Tapi bedanya, ikan salmon tidak memijah di air laut, tetapi di air tawar sehingga penyebaran benih ikan salmon tidak seluas ikan sidat.. Sementara ikan sidat memijah di air laut dan benihnya akan dengan mudah menyebar ke segala penjuru daratan karena semua daratan dikelilingi oleh laut. Tidak heran bila ikN sidat menyebar ke seluruh penjuru dunia, mulai dari Eropa, Amerika, Amerika, Afrika, Australia hingga Asia. (MH -Agromania: dari berbagai sumber)